Monday, June 1, 2015

Berita bola : Hamburg (Mungkin) Berhenti di Lima Puluh Dua

Berita bola : Hamburg (Mungkin) Berhenti di Lima Puluh Dua

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Hamburg (Mungkin) Berhenti di Lima Puluh Dua
Sembilan tahun bersama Hamburger SV, tak pernah sekalipun Rouwen Hennings menembus dan mendapat kesempatan bermain di kesebelasan utama. Selama menghabiskan waktunya bersama Hamburg, sang penyerang hanya mampu bermain di Hamburg II. Hennings berkali-kali dipinjamkan sebelum akhirnya dilepas secara permanen.

Siapa sangka di kesempatan ketiganya berhadapan dengan Hamburg, Hennings mampu mencetak gol yang bisa saja mengirim kesebelasan lamanya turun divisi? Siapa sangka gol Hennings mampu menyudahi catatan sempurna Hamburg yang selalu ambil bagian dalam setiap musim Bundesliga?

Untuk kali kedua dalam dua musim terakhir, Hamburg mengakhiri musim di peringkat yang sama: enam belas. Koleksi tiga puluh lima angka menempatkan Hamburg tepat satu angka di atas SC Freiburg yang – bersama juru kunci, SC Paderborn, yang hanya mampu mengoleksi tiga puluh satu poin – harus rela langsung terdegradasi ke divisi kedua Bundesliga.

Raihan poin Hamburg sebenarnya sama banyak dengan Hertha Berlin yang menempati peringkat ke-15. Namun selisih gol Berlin yang lebih baik (-16) dari Hamburg (-25) membuat Hertha menduduki peringkat yang lebih tinggi. Dan karenanya Hertha tidak perlu menjalani pertandingan play-off melawan penghuni peringkat ketiga di divisi kedua Bundesliga musim 2014/15: Karlsruher SC.

Hingga pekan ke-33, Karlsruher dan FC Kaiserslautern masih memiliki peluang yang sama untuk menyusul FC Ingolstadt 04 dan SV Darmstadt 98 ke divisi pertama Bundesliga musim 2015/16. Sementara Ingolstadt dan Darmstadt lolos otomatis sebagai juara dan runner-up, Karlsruher atau Kaiserslautern masih harus menjalani pertandingan play-off dua leg melawan Hamburg.

Di pekan terakhir, Karlsruher menang dua gol tanpa balas atas TSV 1860 Munchen sementara Kaiserslautern hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan sang juara. Karlsruher pun berhak menjalani pertandingan play-off pertama sepanjang sejarah mereka.

Imtech Arena, Hamburg, 28 Mei 2015. Sebanyak 56.615 pasang mata hadir menyaksikan pertandingan secara langsung. Baru lima menit pertandingan berjalan, mereka sudah melihat gol tercipta. Rouwen Hennings, pencetak gol terbanyak divisi kedua Bundesliga, menunjukkan kelasnya. Menerima umpan terobosan, Hennings tidak mengontrol bola. Ia hanya menyesuaikan posisinya untuk menendang sebaik mungkin. Dari luar kotak penalti ia melepas tembakan kaki kiri – kaki andalannya – ke tiang jauh.

Rene Adler, penjaga gawang Hamburg, tak mampu menjangkau bola. Bola membentur tiang sebelum melewati garis gawang. Hingga babak pertama berakhir Hamburg tidak mampu membalas. Peluang terbaik Hamburg sendiri hanya tendangan jarak jauh Pierre-Michel Lasogga; yang melenceng di sebelah kiri gawang kawalan kapten Karlsruher, Dirk Orlishausen.

Tidak salah rasanya jika keberuntungan disebut-sebut menaungi Hamburg. Di babak kedua, dua kali usaha Karlsruher untuk memperbesar keunggulan menemui kegagalan. Tendangan kaki kiri Manuel Torres Jimenez dari dalam kotak penalti dan tendangan jarak jauh kaki kanan Dimitrij Nazarov sama-sama membuat Adler tidak mampu berbuat apa-apa.

Namun kedua tendangan tersebut tidak menjadi gol karena bola hasil tendangan Torres dan Nazarov sama-sama membentur mistar gawang. Dan sama seperti di babak pertama, usaha Hamburg untuk mencetak gol dari jarak jauh berulang kali menemui kegagalan. Pertahanan rapat Karlsruher berhasil membuat para pemain Hamburg kesulitan hingga akhirnya, pada sebuah kesempatan di menit ke-74, Nazarov melakukan kesalahan.
sumber berita Hamburg (Mungkin) Berhenti di Lima Puluh Dua : detik.com

No comments:

Post a Comment