Monday, June 15, 2015

Berita bola : Raul Optimistis Benitez Bisa Bawa Madrid Sukses

Berita bola : Raul Optimistis Benitez Bisa Bawa Madrid Sukses

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Raul Optimistis Benitez Bisa Bawa Madrid Sukses
Madrid - Keputusan Real Madrid menunjuk Rafael Benitez sebagai pelatih didukung oleh Raul Gonzalez. Raul yakin Benitez bisa membawa Madrid kompetitif dan merengkuh kesuksesan.

Benitez ditunjuk Madrid untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Ancelotti sendiri dicopot setelah gagal mempersembahkan gelar di musim 2014/2015, meski sebelumnya mengantarkan tim merengkuh titel Liga Champions ke-10.

Menjadi entrenador Madrid, Benitez jelas bakal menghadapi tekanan besar. Selain pemecatan Ancelotti yang sudah menunjukkan ambisi besar Madrid, fakta bahwa Barcelona baru saja meraih treble membuat bebannya bakal semakin besar.

Tak sedikit yang meragukan Benitez mampu bertahan di Madrid. Salah satu sebabnya adalah catatan bahwa pelatih 55 tahun itu sudah lama tak memenangi titel liga. Padahal, diyakini titel liga adalah satu target utama Madrid usai puasa sejak 2011/2012 lalu,

Titel liga terakhir yang diraih Benitez adalah pada 2003/2004 silam bersama Valencia. Sementara bersama Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli, dia tak berhasil.

Namun demikian, Raul percaya eks pelatih Madrid B itu bakal sukses. Meski sudah lama tak meraih gelar liga, Benitez selalu berhasil meraih trofi bersama klub yang dilatihnya.

"Klub ini harus membuat keputusan dan keputusan itu harus didukung. Kami harus berterima kasih kepada Ancelotti atas pekerjaan hebat yang dia lakukan, tapi sekarang kami semua bersemangat dengan era baru bersama manajer baru," kata Raul kepada Marca dikutip soccerway.

"Saya yakin Anda harus optimistis. Dan semoga kami bisa membawa banyak trofi musim depan."

"Dia adalah manajer saat saya melakukan debut dan memainkan satu-satunya laga untuk Real Madrid B, saat melawan Palamos. Dia adalah manajer yang sangat keras dan metodis."

"Dia senang punya seluruh skuat yang siap dan mampu bermain. Adalah mimpi Benitez untuk menangani Real Madrid, dan suksesnya bersama tim-tim lain yang telah ditanganinya akhirnya membawanya ke Real Madrid. Dia jelas akan membangun tim pemenang dan sangat kompetitif," imbuhnya.
sumber berita Raul Optimistis Benitez Bisa Bawa Madrid Sukses : detik.com

Berita bola : Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan

Berita bola : Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan
Turin - Allenatore Juventus Massimiliano Allegri menyatakan bahwa gelar juara Serie A, alias Scudetto, akan menjadi target utama timnya pada musim depan. Hal itu dilakukan demi menyamai sebuah capaian skuat tempo dulu La Vecchia Signora.

Di musim pertamanya menangani Juve, Allegri langsung berhasil mengantar klub Turin itu menjuarai Coppa Italia dan Scudetto. Khusus di ajang Serie A, keberhasilan jadi juara itu merupakan yang keempat berturut-turut untuk Juve.

Tambahan Scudetto di musim depan akan membuat Juve menyamai rentetan dominasi skuatnya di masa-masa awal kompetisi Serie A. Setelah Inter Milan menjuarai edisi pertama ajang tersebut pada 1929–30, Juve berhasil menjadi juara 5 musim beruntun (1930 sampai 1935).

"Kami tak perlu memikirkan hasil, melainkan bagaimana caranya membuat kami bisa lebih baik lagi," kata Allegri kepada La Gazzetta dello Sport dan dikutip Football-Italia.net.

"Kami punya target-target yang biasanya--Scudetto, Coppa Italia, dan saya memimpikan selangkah lebih baik di Liga Champions," lanjutnya merujuk pada status finalis Bianconeri di ajang kompetisi antarklub Eropa itu musim ini.

"Tujuan utamanya adalah membuat sejarah dengan mencatatkan sebuah Scudetto kelima berturut-turut. Juve baru pernah melakukannya pada 1930-an dan saat itu situasinya benar-benar berbeda," tuturnya.



sumber berita Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan : detik.com

Berita bola : Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan

Berita bola : Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan
Turin - Allenatore Juventus Massimiliano Allegri menyatakan bahwa gelar juara Serie A, alias Scudetto, akan menjadi target utama timnya pada musim depan. Hal itu dilakukan demi menyamai sebuah capaian skuat tempo dulu La Vecchia Signora.

Di musim pertamanya menangani Juve, Allegri langsung berhasil mengantar klub Turin itu menjuarai Coppa Italia dan Scudetto. Khusus di ajang Serie A, keberhasilan jadi juara itu merupakan yang keempat berturut-turut untuk Juve.

Tambahan Scudetto di musim depan akan membuat Juve menyamai rentetan dominasi skuatnya di masa-masa awal kompetisi Serie A. Setelah Inter Milan menjuarai edisi pertama ajang tersebut pada 1929–30, Juve berhasil menjadi juara 5 musim beruntun (1930 sampai 1935).

"Kami tak perlu memikirkan hasil, melainkan bagaimana caranya membuat kami bisa lebih baik lagi," kata Allegri kepada La Gazzetta dello Sport dan dikutip Football-Italia.net.

"Kami punya target-target yang biasanya--Scudetto, Coppa Italia, dan saya memimpikan selangkah lebih baik di Liga Champions," lanjutnya merujuk pada status finalis Bianconeri di ajang kompetisi antarklub Eropa itu musim ini.

"Tujuan utamanya adalah membuat sejarah dengan mencatatkan sebuah Scudetto kelima berturut-turut. Juve baru pernah melakukannya pada 1930-an dan saat itu situasinya benar-benar berbeda," tuturnya.



sumber berita Scudetto Kelima Berturut-turut Jadi Target Utama Juve Musim Depan : detik.com

Sunday, June 14, 2015

Berita bola : KOI Ikut Bantah Kabar Menpora dan Menko PMK Diusir dari Ruang Ganti Timnas U-23

Berita bola : KOI Ikut Bantah Kabar Menpora dan Menko PMK Diusir dari Ruang Ganti Timnas U-23

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi KOI Ikut Bantah Kabar Menpora dan Menko PMK Diusir dari Ruang Ganti Timnas U-23
Jakarta - Pekan lalu beredar kabar kalau Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sempat diusir keluar dari ruang ganti tim nasional U-23 Indonesia di SEA Games 2015. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjadi pihak teranyar yang memberikan bantahan soal kabar itu.

Insiden pengusiran terhadap dua menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo itu dilaporkan sejumlah media terjadi usai 'Garuda Muda' menang 6-1 atas Kamboja dalam partai fase grup cabang olahraga sepakbola, Sabtu (6/6/2015) lalu. Laporan tersebut muncul seiring penuturan salah satu ofisial timnas U-23 yang mengaku sudah ditegur Match Commisioner. Ia mengklaim bahwa Menpora Iman dan Menko PMK Puan masuk tanpa izin ke ruang ganti pemain dan kemudian diusir keluar dari ruangan tersebut.

Akan tetapi KOI, yang melaksanakan keikutsertaan Indonesia dalam pekan olahraga internasional seperti Olimpiade, Asian Games, SEA Games, dan lainnya, membantah kabar tersebut.

"Penjelasan kami bahwa Menpora dan Menko PMK Ibu Puan Maharani adalah tamu khusus dari Indonesia pada SEA GAMES 2015, Singapura, yang secara terakreditasi memiliki ID yang aksesnya bisa masuk ke ruang ganti tersebut sesuai ID tersebut," tulis tim Media dan Humas KOI dalam rilis persnya, Senin (15/6).

"Tentang pemberitaan nyelonong seenaknya, itu tidak benar. Saat itu tidak ada yang menghambat dan menahan, bahkan venue manajer yang bertugas saat itu ikut juga mengantar. Demikianlah klarifikasi dari kami yang pada saat itu hadir di sana," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Minggu (14/6) kemarin, Menpora juga telah menyatakan bantahan. Menurutnya, ia dan Menko PMK bahkan masuk ke ruang ganti pemain dengan ditemani oleh panitia SEA Games, dan petugas keamanan dan protokoler dari pemerintah Singapura. Mereka juga keluar dari ruangan tersebut tanpa ada masalah, sehingga sama sekali tak terjadi insiden pengusiran. Imam pun pun menuding ofisial timnas yang menjadi sumber pemberitaan tersebut sudah menyampaikan hal yang tidak benar.

Sebelum itu Hamzah Purwanto dari Pihak Protokol dari Kemenko PMK, yang turut menemani Menko PMK Puan selama berada di Singapura, juga telah memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak ada insiden pengusiran. Rombongan Menko PMK dan Menpora pun menuju ke ruang ganti dengan diantar oleh dua orang panitia Sea Games.

sumber berita KOI Ikut Bantah Kabar Menpora dan Menko PMK Diusir dari Ruang Ganti Timnas U-23 : detik.com

Berita bola : Van Persie Rileks Soal Masa Depannya, Yakin Masih Mumpuni untuk MU

Berita bola : Van Persie Rileks Soal Masa Depannya, Yakin Masih Mumpuni untuk MU

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Van Persie Rileks Soal Masa Depannya, Yakin Masih Mumpuni untuk MU
Amsterdam - Masa depan Robin van Persie di Manchester United belakangan dispekulasikan. Tapi penyerang internasional Belanda itu menegaskan masih ingin bertahan, bahkan siap menunjukkan diri masih mampu.

Van Persie belakangan diisukan bakal meninggalkan MU. Yang paling baru adalah kabar bahwa dirinya diincar duo Italia, AS Roma dan Lazio, karena tampak berada di ibukota Italia. Belakangan kabar itu berhenti dan menguap setelah si pemain menyatakan kunjungannya ke kota Roma adalah untuk liburan.

Namun demikian, isu terkait masa depannya masih terus membayang-bayangi Van Persie. Apalagi usianya akan menginjak 32 tahun pada Agustus nanti. MU bisa jadi tengah mencari penyerang yang lebih muda yang cukup bugar untuk menjalani kompetisi padat di Inggris di musim-musim berikutnya. Satu nama yang dikabarkan jadi incaran MU adalah Harry Kane.

Fakta bahwa Van Persie musim lalu diganggu cedera sehingga melewatkan hampir separuh kampanye turut membumbui isu kepergiannya. Di Premier League kemarin, dia tampil 27 kali dengan hanya 17 kali tampil penuh. Dari jumlah penampilan itu, dia mencetak 10 gol dan dua assist.

Van Persie pribadi tak khawatir dengan masa depannya di klub. Dia masih punya kontrak hingga akhir musim depan, meski juga mengakui bisa saja pergi jika MU memutuskan demikian.

"Apakah saya khawatir? Tidak, saya rileks sepenuhnya. Saya punya kontrak dengan klub ini sampai 2016," katanya di Mirror.

"Berbagai hal bisa berubah saat ini, tapi itu semua tergantung pada Manchester United. Bukan saya. Percayalah, saya tenang-tenang saja. Saya tidak akan jadi bagian dari drama pertunjukan boneka," tambahnya.

Di usia yang tak lagi muda, Van Persie optimistis masih bisa bertarung di level teratas dalam beberapa musim ke depan. Dia bahkan berhasrat terus bermain hingga usianya mencapai 40 tahun.

"Di Agustus nanti saya berusia 32 tahun. Tapi saya masih punya ambisi untuk bermain delapan tahun lagi. Dalam beberapa tahun, saya mungkin bakal harus menerima bahwa saya tidak lagi bermain di level tertinggi," ujarnya.

"Tapi saya tidak merasa momen itu tiba sekarang. Saya masih merasa sangat-sangat fit. Bermain di tim pertama sangat penting untuk saya, itulah sebabnya saya mungkin akan turun satu level ketika berusia 36 atau 37. Tidak sekarang," demikian pemilik 98 caps di tim nasional senior Belanda ini.
sumber berita Van Persie Rileks Soal Masa Depannya, Yakin Masih Mumpuni untuk MU : detik.com

Berita bola : Visi Valencia Ciptakan Pemain Bintang, bukan Membeli

Berita bola : Visi Valencia Ciptakan Pemain Bintang, bukan Membeli

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Visi Valencia Ciptakan Pemain Bintang, bukan Membeli
Jika melihat skuat Valencia di musim lalu, tak ada pemain top kelas dunia di sana. Klub Spanyol ini memang menganut misi menciptakan pemain bintang, dan bukannya membeli mereka yang sudah jadi.

Baru-baru ini, misalnya, Valencia mengumumkan perekrutan dua pemain yang baru berusia 21 tahun: Rodrigo Caio dan Andre Gomez. Caio --pemain timnas Brasil U-23-- dibeli (kabarnya) seharga 12,5 juta euro dari Sao Paulo. Adapun Gomez dikontrak permanen setelah musim lalu dipakai Los Che sebagai pemain pinjaman dari Benfica. Gelandang tengah asal Portugal itu, yang musim lalu tampil 24 kali di pertandingan liga, dikontrak sampai Juni 2010.

"VCF menjamin masa depan dari kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas." Demikian sebuah headline di situs resmi Valencia CF, dengan memajang foto enam pemainnya: Joao Cancelo, Paco Alcacer, Jose Gaya, Gomes, Shkodran Mustafi, Rodrigo de Paul, dan Rodrigo Moreno Machado.

Valecia memang mengedepankan pemain-pemain muda, baik yang direkrut dari kesebelasan lain maupun produk akademinya sendiri, sebagai "ruh" tim. Dari daftar 20 pemain mereka musim 2014/2015, hanya satu pemain yang umurnya kepala tiga, yaitu bek Javi Fuego (31 th). Tiga pemain berusia 29 tahun, delapan pemain berusia 24-28 tahun, dan delapan sisanya berumur di bawah 23 tahun.

Dan dengan skuat yang muda itu, tim asuhan pelatih Nuno Espirito Santo berhasil finis di peringkat keempat klasemen Liga Spanyol, dan mereka lolos ke Liga Champions musim depan. Di dua musim sebelumnya mereka terlempar dari zona Liga Champions karena hanya mendarat di posisi ke-8 (13/14) dan 5 (12/13).

"Visi kami adalah mengembangkan pemain-pemain muda, karena kami memiliki akademi yang merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Anda mungkin tidak menjumpai pemain-pemain top dunia di tim kami saat ini, tapi suatu hari nanti mereka akan jadi bintang dan direkrut oleh tim-tim raksasa," ujar Andy Yun, juru bicara Valencia CF dalam perbincangan dengan detiksport di Jakarta belum lama ini.

Mengoleksi enam titel La Liga, puncak kejayaan Valencia adalah di awal era 2000-an, ketika mereka menjuarai kompetisi domestik tahun 2002 dan 2004, plus menjadi runner-up Liga Champions dua musim berturut-turut (2000 & 2001). Seiring dengan itu, bermunculan pemain-pemain hebat dari Estadio Mestalla. Sebut saja Gaizka Mendieta, Santiago Canizares, David Albelda, Vicente Rodriguez, Antonio Carbone, Ruben Baraja, Roberto Ayala, Carlos Marchena, Claudio Lopez, Kily Gonzalez, sampai era Pablo Aimar, David Villa dan David Silva.



Mereka lalu diterpa krisis keuangan mulai tahun 2010, yang menyebabkan mereka harus melego sejumlah pemain bintangnya termasuk Silva, Villa, dan Juan Mata. Mereka kemudian membenahi manajemennya, termasuk melepas mayoritas sahamnya, sebanyak 70% kepada pengusaha asal Singapura, Peter Lim, pada musim panas 2014.

"Waktu itu isu kami adalah soal manajemen finansial. Besar pasak daripada tiang. Maka kemudian kami memutuskan untuk mengembangkan tim dari pemain-pemain muda, karena sekali lagi, akademi kami adalah salah satu yang terbaik di Eropa," tutur Andy Yun, yang juga "tangan kanan" Peter Lim.

Dikutip dari situs Wikipedia, sejak Mei 2009 Valencia resmi memiliki training centre, yang menjadi camp multidisiplin pertama untuk sebuah klub Spanyol. The Training Centre Foundation Valencia CF "The Academy" antara lain terdiri dari kelas-kelas pelatihan, kampus pendidikan, dan juga pelatihan olahraga secara online.

Valencia juga satu dari sedikit klub di Spanyol yang dikelola oleh sarjana bergelar MBA, master manajemen internasional di bidang organisasi olahraga, yang saat ini mengelola akademi dan juga Valencia Catholic University Saint Vincent Martyr.

Pada perayaan 90 tahun klub, akademi mereka juga membuka University of Valencia, yang merupakan kampus pertama yang menyelenggarakan mata kuliah sejarah sebuah klub sepakbola -- satu-satunya di Spanyol.




sumber berita Visi Valencia Ciptakan Pemain Bintang, bukan Membeli : detik.com

Berita bola : Puji Venezuela, Pekerman Sebut Kolombia Kesulitan Temukan Ritme

Berita bola : Puji Venezuela, Pekerman Sebut Kolombia Kesulitan Temukan Ritme

Silahkan mampir juga ke situs cara cepat hamil . Hatur nuhun anda sudah mengunjungi Puji Venezuela, Pekerman Sebut Kolombia Kesulitan Temukan Ritme
Rancagua - Kolombia mengawali Copa Amerika 2015 dengan hasil mengecewakan, kalah 0-1 dari Venezuela. Pelatih Kolombia Jose Pekerman memuji penampilan sang lawan, mengakui timnya kesulitan menemukan ritme.

Menghadapi Venezuela pada laga perdananya di Grup C di Estadio El Teniente de Rancagua, Senin (15/6/2015) dinihari WIB, Kolombia kalah lewat gol tunggal Jose Rondon. Dominan dalam penguasaan bola, anak asuh Pekerman malah cukup kesulitan mengembangkan permainan.

Secara statistik Kolombia memang melepaskan 15 tembakan, namun hanya dua yang tepat sasaran. Jumlah upaya mengarah ke gawang itu sama dengan milik Venezuela, yang hanya melepaskan enam percobaan seperti dilansir ESPN.

Di babak pertama, Kolombia malah berkali-kali mendapatkan ancaman. Kiper mereka, David Ospina, beberapa kali melakukan penyelamatan dari tembakan Alejandro Guerra dan Ronald Vargas.

Baru di babak kedua Kolombia mulai lebih agresif, namun kecolongan gol Rondon di menit ke-60. Mereka menambah intensitas serangan sejak saat itu, tapi gagal membuahkan hasil.

Pekerman mengakui timnya lambat menemukan ritme permainan yang diinginkan. Namun begitu, dia menegaskan tidak akan mengubah cara bermain anak asuhnya menatap laga kedua melawan Brasil, Kamis (18/6/2015) pagi WIB mendatang.

"Kami menyesali kekalahan ini tapi menyelamati Venezuela karena menjadi sebuah lawan yang bagus. Ini adalah tipikal pertandangan pembuka di Copa Amerika, di mana selalu butuh sedikit waktu untuk menemukan ritme," kata Pekerman dikutip soccerway.

"Sayangnya di laga ini hasilnya tidak membantu. Kami tidak bisa menghubungkan permainan kami dan menyelesaikan umpan-umpan yang biasanya kami lakukan."

"Kami mengalami sejumlah kesulitan. Tapi kami tidak akan mengubah sistem permainan, semua laga melawan rival itu penting," imbuhnya.
sumber berita Puji Venezuela, Pekerman Sebut Kolombia Kesulitan Temukan Ritme : detik.com